Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Srikaya

Annona squamosa

Srikaya

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Magnoliales
Famili
Annonaceae
Genus
Annona
Spesies
Annona squamosa

Definisi Umum

Srikaya (Annona squamosa) merupakan tanaman buah tropis yang termasuk ke dalam famili Annonaceae. Tanaman ini berasal dari Amerika Tropis dan telah banyak dibudidayakan di berbagai negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Srikaya berupa pohon kecil atau perdu dengan tinggi sekitar 3–8 meter, memiliki daun tunggal berbentuk lonjong, bunga berwarna hijau kekuningan, serta buah berbentuk bulat dengan permukaan bersisik khas. Selain dimanfaatkan sebagai buah konsumsi karena rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang tinggi, berbagai bagian tanaman seperti daun, biji, kulit batang, dan akar telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi diare, demam, luka, diabetes, dan infeksi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Annona squamosa memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antimikroba, antiinflamasi, antikanker, dan hepatoprotektif yang berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktifnya (Jamkhande et al. 2016).

Kandungan

Srikaya (Annona squamosa) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya. Senyawa tersebut meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid, glikosida, asetogenin annonaseus (annonaceous acetogenins), serta berbagai senyawa fenolik. Selain itu, buah srikaya mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, serat pangan, karbohidrat, serta mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan zat besi. Senyawa asetogenin diketahui memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker, sedangkan flavonoid dan senyawa fenolik berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Khasiat

Srikaya (Annona squamosa) memiliki berbagai manfaat kesehatan berdasarkan hasil penelitian. Ekstrak daun, buah, maupun bijinya menunjukkan aktivitas antioksidan yang mampu mengurangi stres oksidatif, aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase dan peningkatan pemanfaatan glukosa, serta aktivitas antiinflamasi dan antimikroba terhadap berbagai bakteri dan jamur patogen. Selain itu, srikaya dilaporkan memiliki potensi sebagai antikanker, hepatoprotektif, antidiare, antipiretik, serta membantu mempercepat penyembuhan luka. Khasiat tersebut terutama dikaitkan dengan kandungan flavonoid, asetogenin, alkaloid, dan senyawa fenolik yang bekerja secara sinergis dalam memberikan efek farmakologis (Jamkhande et al. 2016).

Cara Pengolahan

Srikaya dapat dimanfaatkan sebagai buah segar maupun bahan herbal, terutama bagian daunnya. Daun dipilih yang masih segar dan bebas dari kerusakan, kemudian dicuci menggunakan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya daun dikeringkan menggunakan oven pada suhu 40–50°C atau dijemur di tempat yang teduh hingga kadar air rendah, kemudian disimpan sebagai simplisia atau dihaluskan menjadi serbuk. Sebagai teh herbal, sebanyak 2–3 gram daun kering diseduh menggunakan 150–200 mL air panas selama 5–10 menit, kemudian disaring sebelum diminum. Buah srikaya umumnya dikonsumsi langsung setelah matang sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Penggunaan biji untuk konsumsi tidak dianjurkan karena mengandung senyawa toksik.

Daftar Pustaka

Jamkhande PG, Wattamwar AS, Kankudte AD, Tidke PS, Kalaskar MG. 2016. Annona squamosa (Custard Apple): A Review on Its Traditional Uses, Phytochemistry and Pharmacological Properties. Journal of Traditional and Complementary Medicine. 6(4):295–305. Bharathi R, Kolanjinathan K. 2014. Phytochemical Screening and Antimicrobial Activity of Annona squamosa L. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences. 3(1):876–884.

Navigasi Tanaman Herbal

Tanaman Herbal Sebelumnya

Tanaman Herbal Selanjutnya