Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Belimbing wuluh

Averrhoa bilimbi

Belimbing wuluh

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Oxalidales
Famili
Oxalidaceae
Genus
Averrhoa
Spesies
Averrhoa blimbi

Definisi Umum

Averrhoa bilimbi merupakan pohon buah tropis dari famili Oxalidaceae yang diduga berasal dari wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini banyak dibudidayakan di pekarangan rumah dan dikenal karena buahnya yang berbentuk lonjong dengan rasa sangat asam. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, buah, daun, bunga, dan kulit batang belimbing wuluh telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi batuk, hipertensi, diabetes, jerawat, serta berbagai gangguan kulit (Lim 2012).

Kandungan

Buah A. bilimbi mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, vitamin C, senyawa fenolik, serta asam organik terutama asam oksalat, asam sitrat, dan asam malat yang menyebabkan rasa asam yang khas. Selain itu, buahnya juga mengandung mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, dan zat besi yang berkontribusi terhadap nilai gizi dan aktivitas biologinya (Lim 2012)

Khasiat

A. bilimbi memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, antihipertensi, antihiperlipidemia, antimikroba, antiinflamasi, serta berpotensi sebagai hepatoprotektif. Dalam pengobatan tradisional, buahnya digunakan untuk membantu meredakan batuk dan hipertensi, sedangkan daun dan bunganya dimanfaatkan untuk mengatasi gatal, rematik, serta luka ringan. Namun, konsumsi buah dalam jumlah berlebihan perlu dihindari karena kandungan asam oksalatnya yang tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal pada individu tertentu (Khoo et al. 2015).

Cara Pengolahan

Buah belimbing wuluh dapat dikonsumsi setelah diolah menjadi sambal, manisan, sirup, atau jus. Dalam pengobatan tradisional, buah maupun daun dicuci bersih kemudian direbus dan air rebusannya diminum sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan luar, daun segar dapat ditumbuk halus dan ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami gatal atau bengkak. Saat ini, ekstrak buah dan daunnya juga mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku produk herbal dan pangan fungsional (Lim 2012).

Daftar Pustaka

Khoo HE, Azlan A, Kong KW, Ismail A. 2015. Phytochemicals and medicinal properties of indigenous tropical fruits with potential for commercial development: A review. Food Research International. 76:692–702. Lim TK. 2012. Averrhoa bilimbi. Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants. 4:269–281.