Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Gendis

Clinacanthus nutans

Gendis

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Lamiales
Famili
Acanthaceae
Genus
Clinacanthus
Spesies
Clinacanthus nutans

Definisi Umum

Gendis (Clinacanthus nutans) merupakan tanaman perdu dari famili Acanthaceae yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 1–3 meter dengan batang bercabang, daun berbentuk lanset berwarna hijau, serta bunga kecil berwarna merah yang tersusun dalam tandan. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal sebagai salah satu tanaman obat keluarga yang dimanfaatkan dalam bentuk rebusan, teh herbal, maupun ekstrak untuk membantu menjaga kesehatan tubuh (Alam et al. 2016; Khoo et al. 2018).

Kandungan

Daun gendis mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya, di antaranya flavonoid, senyawa fenolik, glikosida, cerebrosida, glikogliserolipid, triterpenoid, fitosterol, serta beberapa senyawa sulfur dan klorofil. Selain itu, tanaman ini juga diketahui mengandung antioksidan alami yang berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan senyawa tersebut menjadi dasar pemanfaatan gendis sebagai salah satu tanaman herbal (Alam et al. 2016; Khoo et al. 2018).

Khasiat

Gendis dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan yang berkaitan dengan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Tanaman ini berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antivirus, dan antibakteri sehingga sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, gendis juga digunakan untuk membantu meredakan gangguan pada kulit, seperti ruam, gigitan serangga, dan herpes, serta berpotensi membantu menjaga kadar gula darah dan mendukung proses penyembuhan luka. Berbagai manfaat tersebut masih terus dikembangkan melalui penelitian untuk mendukung pemanfaatannya sebagai tanaman obat (Alam et al. 2016; Khoo et al. 2018; Zulkipli et al. 2017).

Cara Pengolahan

Daun gendis umumnya dimanfaatkan dalam bentuk rebusan, teh herbal, simplisia, maupun ekstrak. Daun segar dipilih dari tanaman yang sehat, kemudian dicuci hingga bersih menggunakan air mengalir. Selanjutnya daun dapat digunakan langsung sebagai bahan rebusan atau dikeringkan pada suhu sekitar 40–50°C hingga kadar airnya rendah untuk dijadikan simplisia. Daun yang telah kering dapat disimpan dalam wadah tertutup agar kualitasnya tetap terjaga dan digunakan sebagai bahan baku minuman herbal maupun produk obat tradisional (Khoo et al. 2018).

Daftar Pustaka

Alam MA, Ferdosh S, Ghafoor K, Hakim A, Juraimi AS, Khatib A, Sarker ZI. 2016. Clinacanthus nutans: A Review of the Medicinal Uses, Pharmacology and Phytochemistry. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine. 9(4):393–401. Khoo LW, Kow A, Lee MT, Lee MT, Tan CP, Shaari K, Tham CL, Abas F. 2018. A Comprehensive Review on Phytochemistry and Pharmacological Activities of Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2018:9276260. Zulkipli IN, Rajabalaya R, Idris A, Sulaiman NA, David SR. 2017. Clinacanthus nutans: A Review on Ethnomedicinal Uses, Chemical Constituents and Pharmacological Properties. Pharmaceutical Biology. 55(1):1093-1113.