
Klasifikasi
- Kingdom
- Plantae
- Divisi
- Magnoliophyta
- Kelas
- Magnoliopsida
- Ordo
- Apiales
- Famili
- Apiaceae
- Genus
- Centella
- Spesies
- Centella asiatica
Definisi Umum
Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman herba menjalar yang termasuk ke dalam famili Apiaceae. Tanaman ini tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, serta banyak ditemukan di lahan lembap seperti persawahan, kebun, dan tepi sungai. Pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional Ayurveda, Traditional Chinese Medicine (TCM), dan jamu Indonesia. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun dan batangnya karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, serta mempercepat penyembuhan luka. Tanaman ini memiliki batang menjalar, daun berbentuk ginjal hingga bundar dengan tepi bergerigi halus, serta bunga kecil berwarna putih hingga merah muda (Biswas et al. 2021).
Kandungan
Pegagan (Centella asiatica) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas farmakologinya. Senyawa aktif utamanya adalah triterpenoid pentasiklik yang terdiri atas asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid. Selain itu, pegagan juga mengandung flavonoid, saponin, tanin, senyawa fenolik, fitosterol, minyak asiri, asam amino, serta vitamin dan mineral. Di antara senyawa tersebut, asiaticoside dan madecassoside merupakan komponen bioaktif utama yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, neuroprotektif, serta berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka dengan merangsang pembentukan kolagen.
Khasiat
Pegagan telah lama digunakan sebagai tanaman obat dan didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Ekstrak pegagan memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas serta antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan. Selain itu, pegagan diketahui dapat membantu mempercepat penyembuhan luka melalui peningkatan sintesis kolagen dan pembentukan jaringan baru. Penelitian Sun et al. (2020) menunjukkan bahwa pegagan berpotensi meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat (neuroprotektif), membantu menjaga kesehatan kulit, memiliki aktivitas antidiabetes, antimikroba, antihipertensi, serta berpotensi melindungi sistem kardiovaskular. Khasiat tersebut terutama dikaitkan dengan kandungan asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid yang bekerja melalui berbagai mek.anisme biologis
Cara Pengolahan
Pegagan dapat diolah menjadi teh herbal, simplisia kering, maupun jamu tradisional. Proses pengolahan diawali dengan memilih daun pegagan yang segar dan tidak rusak, kemudian dicuci menggunakan air mengalir hingga bersih. Daun selanjutnya dikeringkan menggunakan oven pada suhu 40–50 °C atau dijemur di tempat teduh hingga kadar air rendah sehingga kualitas simplisia tetap terjaga. Setelah kering, daun dapat dihaluskan menjadi serbuk atau disimpan dalam bentuk simplisia. Sebagai contoh penyajian teh herbal, sebanyak 2–3 gram daun pegagan kering diseduh menggunakan 150–200 mL air panas selama 5–10 menit, kemudian disaring sebelum dikonsumsi. Pengeringan pada suhu rendah bertujuan mempertahankan kandungan senyawa aktif, terutama triterpenoid dan senyawa fenolik yang berperan dalam aktivitas farmakologinya.
Daftar Pustaka
Biswas D, Mandal S, Saha SC, Tudu CK, Nandy S, Batiha GE, Shekhawat MS, Pandey DK, Dey A. 2021. Ethnobotany, Phytochemistry, Pharmacology, and Toxicity of Centella asiatica (L.) Urban: A Comprehensive Review. Phytotherapy Research. 35(12):6624–6654. Sun B, Wu L, Wu Y, Zhang C, Qin L, Hayashi M, Kudo M, Gao M, Liu T. 2020. Therapeutic Potential of Centella asiatica and Its Triterpenes: A Review. Frontiers in Pharmacology. 11:568032.
Navigasi Tanaman Herbal
Tanaman Herbal Sebelumnya
Tanaman Herbal Selanjutnya
