Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Daun Dewa

Gynura pseudochina

Daun Dewa

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Tracheophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Asterales
Famili
Asteraceae
Genus
Gynura
Spesies
Gynura pseudochina

Definisi Umum

Daun dewa (Gynura pseudochina) merupakan tanaman herba menahun yang termasuk ke dalam famili Asteraceae. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional. Daun dewa memiliki batang lunak dengan tinggi sekitar 30–80 cm, daun berwarna hijau berbentuk bulat telur hingga lonjong dengan tepi bergerigi, serta menghasilkan umbi yang juga dimanfaatkan sebagai bahan obat. Di berbagai daerah di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai salah satu tanaman pekarangan yang digunakan untuk membantu mengatasi memar, luka, peradangan, demam, diabetes, hipertensi, dan gangguan kesehatan lainnya. Meskipun telah digunakan secara turun-temurun, pemanfaatannya saat ini juga mulai didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan adanya aktivitas farmakologis dari senyawa bioaktif yang dikandungnya (Bari et al. 2021; Sinaga et al. 2025).

Kandungan

Daun dewa (Gynura pseudochina) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya, di antaranya flavonoid, senyawa fenolik, saponin, tanin, terpenoid, steroid, serta beberapa senyawa poliasetilena. Selain itu, telah diidentifikasi pula beberapa senyawa seperti chlorogenic acid, caffeic acid, p-coumaric acid, dan rutin yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diduga bekerja secara sinergis sehingga memberikan berbagai efek farmakologis, terutama sebagai antioksidan dan antiinflamasi (Bari et al. 2021; Meng et al. 2021).

Khasiat

Secara tradisional, daun dewa telah lama dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti luka, memar, peradangan, diabetes, dan hipertensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Gynura pseudochina memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, aktivitas antiinflamasi melalui penghambatan mediator peradangan, serta aktivitas antimikroba terhadap beberapa bakteri dan jamur patogen. Selain itu, beberapa penelitian praklinis juga melaporkan potensi antidiabetes, antihipertensi, mempercepat penyembuhan luka, serta aktivitas sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih dilakukan pada tahap in vitro dan in vivo, sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya pada manusia (Meng et al. 2021; Sinaga et al. 2025).

Cara Pengolahan

Daun dewa dapat dimanfaatkan dalam bentuk simplisia, rebusan, maupun ekstrak. Daun segar dipilih dari tanaman yang sehat, kemudian dicuci menggunakan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya, daun diiris tipis dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu sekitar 40–50°C atau dijemur di tempat yang teduh hingga kadar airnya rendah. Daun yang telah kering kemudian digiling menjadi serbuk simplisia dan disimpan dalam wadah tertutup agar mutu serta kandungan senyawa aktifnya tetap terjaga. Simplisia tersebut dapat diseduh sebagai minuman herbal atau digunakan sebagai bahan baku pembuatan ekstrak sesuai kebutuhan (Kementerian Kesehatan RI 2017; Sinaga et al. 2025).

Daftar Pustaka

Bari MS, Khandokar L, Haque MA, Romano B, Capasso R, Seidel V, Rashid MA. 2021. Ethnomedicinal Uses, Phytochemistry, and Biological Activities of Plants of the Genus Gynura. Journal of Ethnopharmacology. 271:113834. Meng X, Li J, Li M, Wang H, Ren B, Chen J, Li W. 2021. Traditional Uses, Phytochemistry, Pharmacology and Toxicology of the Genus Gynura (Compositae): A Comprehensive Review. Journal of Ethnopharmacology. 276:114145. Sinaga ER, Nalle KM. 2025. A Review of Traditional Uses, Botany, Pharmacological Activity, Phytoremediation Potential, and Cultivation of Gynura pseudochina (L.) DC. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 1482:012054.