Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Semanggi Gunung

Oxalis corniculata

Semanggi Gunung

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Oxalidales
Famili
Oxalidaceae
Genus
Oxalis
Spesies
Oxalis corniculata

Definisi Umum

Semanggi gunung (Oxalis corniculata) merupakan tanaman herba menjalar yang termasuk ke dalam famili Oxalidaceae. Tanaman ini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, serta banyak ditemukan tumbuh liar di pekarangan, kebun, tepi jalan, dan lahan terbuka. Semanggi gunung memiliki ciri khas berupa daun majemuk yang terdiri atas tiga anak daun berbentuk menyerupai hati dengan bunga kecil berwarna kuning. Pada pengobatan tradisional, tanaman ini telah lama dimanfaatkan untuk membantu mengatasi demam, diare, luka, peradangan, serta berbagai gangguan kulit. Oxalis corniculata mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, dan hepatoprotektif (Sasidharan et al. 2014).

Kandungan

Semanggi gunung (Oxalis corniculata L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologinya. Senyawa tersebut meliputi flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, glikosida, terpenoid, senyawa fenolik, vitamin C, β-karoten, dan asam organik seperti asam oksalat. Selain itu, tanaman ini juga mengandung mineral seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Kandungan flavonoid dan senyawa fenolik diketahui berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, sedangkan tanin dan saponin berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri dan antiinflamasi.

Khasiat

Semanggi gunung (Oxalis corniculata L.) memiliki berbagai manfaat kesehatan berdasarkan hasil penelitian. Ekstrak tanaman ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang mampu menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas, aktivitas antiinflamasi dalam membantu mengurangi peradangan, serta aktivitas antimikroba terhadap beberapa bakteri dan jamur patogen. Selain itu, semanggi gunung dilaporkan memiliki potensi sebagai antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase, hepatoprotektif dalam melindungi fungsi hati, antidiare, antipiretik (penurun demam), serta membantu mempercepat penyembuhan luka. Khasiat tersebut terutama dikaitkan dengan kandungan flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang bekerja secara sinergis dalam memberikan efek farmakologis (Aaftab et al. 2026).

Cara Pengolahan

Semanggi gunung dapat diolah menjadi teh herbal maupun rebusan tradisional. Pengolahan diawali dengan memilih daun yang masih segar dan bebas dari kerusakan, kemudian dicuci menggunakan air mengalir hingga bersih. Daun selanjutnya dikeringkan menggunakan oven pada suhu 40–50°C atau dijemur di tempat yang teduh hingga kadar air rendah untuk menjaga kestabilan senyawa bioaktifnya. Setelah kering, daun dapat disimpan sebagai simplisia atau dihaluskan menjadi serbuk. Sebagai contoh penyajian teh herbal, sebanyak 2–3 gram daun kering diseduh menggunakan 150–200 mL air panas selama 5–10 menit, kemudian disaring sebelum diminum. Selain sebagai minuman herbal, daun segar juga secara tradisional digunakan sebagai kompres atau ditempelkan pada luka ringan setelah dicuci bersih.

Daftar Pustaka

Sasidharan S, Chen Y, Saravanan D, Sundram KM, Latha LY. 2014. Extraction, Isolation and Characterization of Bioactive Compounds from Plants' Extracts. African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines. 8(1):1–10. Mohd. Aaftab, Gangotri S, Sahu S, Roy VK, Sahu S. 2026. A Review on Phytochemical and Pharmacological Activity of Oxalis corniculata Linn. International Journal of Drug Delivery Technology. 16(21S).