Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Jahe badak

Zingiber officinale

Jahe badak

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Zingiberales
Famili
Zingiberaceae
Genus
Zingiber
Spesies
Zingiber officinale

Definisi Umum

Zingiber officinale merupakan tanaman herba menahun dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara dan telah dibudidayakan secara luas di daerah tropis. Jahe badak memiliki rimpang berukuran besar, berwarna putih kekuningan, dengan aroma dan rasa yang lebih ringan dibandingkan jahe emprit maupun jahe merah. Kultivar ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, minuman, dan rempah, meskipun juga memiliki berbagai manfaat kesehatan karena kandungan senyawa bioaktifnya (Mao et al. 2019).

Kandungan

Rimpang jahe badak mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama gingerol (terutama 6-gingerol), shogaol, zingerone, paradol, zingiberene, β-sesquiphellandrene, β-bisabolene, serta berbagai flavonoid, polifenol, vitamin, dan mineral. Dibandingkan jahe merah, kandungan minyak asiri dan oleoresinnya relatif lebih rendah, sehingga rasa pedasnya lebih ringan dan lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi sehari-hari (Mao et al. 2019).

Khasiat

Z. officinale memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antiemetik, antidiabetes, antihiperlipidemia, dan imunomodulator. Jahe badak secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi mual, masuk angin, gangguan pencernaan, batuk, serta meningkatkan nafsu makan. Selain itu, kandungan gingerol berperan dalam membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif (Semwal et al. 2015).

Cara Pengolahan

Rimpang jahe badak dipanen setelah cukup tua, kemudian dicuci bersih dan dapat digunakan dalam keadaan segar maupun dikeringkan. Jahe umumnya diiris atau dimemarkan sebelum direbus sebagai minuman herbal, dicampurkan ke dalam masakan, atau diolah menjadi serbuk instan, manisan, sirup, serta minyak asiri melalui proses distilasi. Pengeringan dilakukan pada suhu yang sesuai agar kandungan senyawa aktif tetap terjaga (Mao et al. 2019).

Daftar Pustaka

Mao QQ, Xu XY, Cao SY, Gan RY, Corke H, Beta T, Li HB. 2019. Bioactive compounds and bioactivities of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Foods. 8(6):185. Semwal RB, Semwal DK, Combrinck S, Viljoen A. 2015. Gingerols and shogaols: Important nutraceutical principles from ginger. Phytochemistry. 117:554–568.