Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Jahe emprit

Zingiber officinale

Jahe emprit

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Zingiberales
Famili
Zingiberaceae
Genus
Zingiber
Spesies
Zingiber officinale

Definisi Umum

Zingiber officinale merupakan tanaman herba menahun dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara dan telah lama dibudidayakan sebagai tanaman rempah maupun obat. Salah satu kultivarnya adalah jahe emprit (jahe putih kecil) yang memiliki ukuran rimpang lebih kecil dengan aroma lebih kuat dan rasa lebih pedas dibandingkan jahe badak. Oleh karena karakteristik tersebut, jahe emprit lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu, minuman herbal, dan obat tradisional (Mao et al. 2019).

Kandungan

Rimpang jahe emprit mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti 6-gingerol, 6-shogaol, zingerone, paradol, zingiberene, β-sesquiphellandrene, flavonoid, polifenol, vitamin, dan mineral. Kandungan minyak asiri dan oleoresinnya umumnya lebih tinggi dibandingkan jahe badak, sehingga menghasilkan aroma yang lebih tajam dan rasa yang lebih pedas (Semwal et al. 2015).

Khasiat

Jahe emprit memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antiemetik, antimikroba, antidiabetes, antihiperlipidemia, serta imunomodulator. Dalam pengobatan tradisional Indonesia, rimpangnya sering digunakan untuk membantu meredakan masuk angin, mual, batuk, gangguan pencernaan, nyeri otot, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan gingerol dan shogaol berperan penting dalam berbagai aktivitas farmakologis tersebut (Semwal et al. 2015).

Cara Pengolahan

Rimpang jahe emprit dipanen ketika telah cukup tua, kemudian dicuci bersih dan dapat digunakan dalam keadaan segar maupun dikeringkan. Rimpang biasanya dimemarkan atau diiris sebelum direbus sebagai minuman herbal, diolah menjadi serbuk instan, jamu, wedang jahe, atau diekstraksi menjadi oleoresin dan minyak asiri. Pengeringan dilakukan dengan suhu yang sesuai agar kandungan senyawa aktif tetap terjaga (Mao et al. 2019).

Daftar Pustaka

Mao QQ, Xu XY, Cao SY, Gan RY, Corke H, Beta T, Li HB. 2019. Bioactive compounds and bioactivities of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Foods. 8(6):185. Semwal RB, Semwal DK, Combrinck S, Viljoen A. 2015. Gingerols and shogaols: Important nutraceutical principles of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Phytochemistry. 117:554–568.