
Klasifikasi
- Kingdom
- Plantae
- Divisi
- Spermatophyta
- Kelas
- Monocotyledoneae
- Ordo
- Zingiberales
- Famili
- Zingiberaceae
- Genus
- Curcuma
- Spesies
- Curcuma heyneana
Definisi Umum
Temu giring (Curcuma heyneana) adalah tanaman rimpang indigineous asli Indonesia (Bos et al. 2007) yang termasuk ke dalam famili Zingiberaceae. Tanaman termasuk salah satu tanaman semusim dengan habitus semak dan tumbuh tinggi dapat mencapai 1 meter. Daging rimpang temu giring berwarna kuning cerah dan berbau aromatis khas temu giring. Temu giring dapat tumbuh di tanah lotosol merah, cokelat, tekstur lempung berkilat dan merah (uin sunan kudus). Tanaman ini merupakan contoh tanaman obat yang mudah di tanam di segala kondisi dan dikategorikan sebagai apotik hidup (Jalil 2019).
Kandungan
Temu giring mengandung minyak asiri sehingga dapat digunakan sebagai bumbu masak . Selain itu juga mengandung senyawa fenolik yang berperan dalam memberikan aroma khas pada produk makanan dan minum, zat pewarna makanan dan minuman, serta sebagai antioksidan. Senyawa flavonoid juga ditemukan pada temu giring (Yustin and Wijayanti 2018) yang dapat memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas, serta mengurangi risiko kanker, hipertensi, dan diabetes (Adrian 2017).
Khasiat
Temu giring berkhasiat sebagai obat cacing pada anak-anak dan dipakai untuk bedak (Kosmetika). Selain itu juga, dapat memperhalus kulit, melangsingkan tubuh, obat sakit perut, serta melancarkan pencernaan. Pedagang di daerah Bantul banyak memanfaatkan temu giring sebagai bahan baku pembuatan uyup-uyup (Jalil 2019).
Cara Pengolahan
Pengolahan temu giring sebagai bahan campuran bedak diantaranya dengan mencuci temu giring sampai bersih, lalu diiris tipis agak menyerong kemudian ditata sejajar di atas loyang kue kering dan selanjutnya dikeringkan dengan oven sampai kering. Temu giring kering digiling sampai halus bersamaan dengan ekstrak bunga kemudian ditambahkan tepung kanji sebagai bahan tambahan (Jalil 2019).
Daftar Pustaka
Bos R, Windono T, Woerdenbag HJ, Boersma YL, Koulman A, Kayser O. 2007. HPLC‐photodiode array detection analysis of curcuminoids in Curcuma species indigenous to Indonesia. Phytochemical Analysis. 18(2): 118 – 122. Dwisatyadini, M. 2017. Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Degeneratif. Optimalisasi Peran Sains Dan Teknologi Untuk Mewujudkan Smart City. 237 – 270. Jalil M. 2019. Temu giring (Curcuma heyneana Val.): sebuah tinjauan morfologi, fitokimia, dan farmakologi. Journal of Biology Education. 2(2): 104–116
Navigasi Tanaman Herbal
Tanaman Herbal Sebelumnya
Tanaman Herbal Selanjutnya
