Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Kedondong

Spondias dulcis

Kedondong

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Spermatophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Sapindales
Famili
Anacardiaceae
Genus
Spondias
Spesies
Spondias dulcis

Definisi Umum

Kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman dikotil tropis dari famili Anacardiaceae yang berasal dari wilayah Malesia Timur dan Kepulauan Pasifik Selatan. Tanaman ini menghasilkan buah edible (dapat dikonsumsi) yang berbentuk menyerupai zaitun dan secara internasional dikenal dengan sebutan ambarella, cajarana, cassemango, atau golden apple (apel emas). Di Indonesia sendiri, tanaman ini memiliki ragam nama lokal di setiap daerah, seperti Geurundong (Aceh), kedundung (Madura), kacemcem (Bali), Kadondong (Sunda), kedondong (Jawa), inci (Bima), daun kaci (Bugis), serta karunrung (Makassar). Ciri fisik pohon kedondong berkayu keras dan tinggi sedang hingga besar. Daunnya majemuk dengan bentuk menyirip dan buah berbentuk lonjong atau bulat, kulit hijau saat muda lalu kuning saat matang dengan daging buah berair, renyah, serta biji berserat kasar.

Kandungan

Kandungan vitamin C dan senyawa fitokimia menjadikan kedondong sebagai buah yang kaya antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan kadar vitamin C sebesar 30 mg per 100 g BDD, kedondong melampaui kandungan vitamin C pada jeruk nipis (27 mg/100 g BDD). Senyawa ini bertindak sebagai antioksidan ampuh yang melindungi sel dari potensi kanker sekaligus berperan penting dalam biosintesis kolagen (Rakhmawati dan Yunianta 2015).

Khasiat

Kedondong memiliki khasiat diantaranya sebagai antibakteri, pembersih darah, mengobati penyakit disentri, antiscorbutic, dan mencegah inflamasi (Ong 2004). Buah kedondong dapat dijadikan jus atau selai. Selain buahnya, daun muda kedondong dapat dimasak sebagai sayur atau bumbu, sementara daun tuanya dikonsumsi sebagai salad. Di bidang pengobatan, khususnya di Kamboja, kulit kayu kedondong dipercaya dapat menyembuhkan diare, sedangkan buahnya efektif mengobati gatal-gatal, infeksi mata, peradangan kulit, sakit tenggorokan, serta ulserasi internal (Hayatillan dan Hapsari 2023/).

Cara Pengolahan

Buah kedondong dapat diolah menjadi jus atau selai. Selain itu juga daun mudanya dapat dimasak sebagai sayur atau bumbu, sementara daun tuanya dikonsumsi sebagai salad.

Daftar Pustaka

Hayatillah R, Hapsari WK. 2023. Anti-inflamasi tanaman kedondong (Spondias dulcis G. Forst.). Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi. 2(1): 63–69. Ong, H.C. 2004. Buah: Khasiat Makanan dan Ubatan. Kuala Lumpur: Utusan Publications and Distributors Sdn Bhd Rakhmawati R, Yunianta. 2015. Pengaruh proporsi buah: air dan lama pemanasan terhadap aktivitas antioksidan sari buah kedondong (Spondias dulcis). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(4): 1682–1693. Sinan KI, Zengin G, Bene K, Cziáky Z, Jekő J, Mahomoodally MF, Picot-Allain CM, Juškevičiūtė E, Aumeeruddy-Elalfi Z, Montesano D. 2021. Exploring the chemical profiles and biological values of two Spondias species (S. dulcis and S. mombin): Valuable sources of bioactive natural products. Antioxidants. 10(11): 1–19.