Kembali ke Tanaman Herbal
Tanaman Herbal

Temulawak

Curcuma zanthorrhiza

Temulawak

Klasifikasi

Kingdom
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Liliopsida
Ordo
Zingiberales
Famili
Zingiberaceae
Genus
Curcuma
Spesies
Curcuma zanthorrhiza

Definisi Umum

Curcuma zanthorrhiza merupakan tanaman herba menahun dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, dan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki rimpang berukuran besar dengan warna kuning jingga serta aroma khas yang kuat. Temulawak merupakan salah satu bahan utama jamu Indonesia dan telah digunakan secara turun-temurun untuk membantu menjaga kesehatan hati, meningkatkan nafsu makan, serta mengatasi gangguan pencernaan (Devaraj et al. 2021).

Kandungan

Rimpang temulawak mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama xanthorrhizol, kurkuminoid (kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin), minyak asiri, β-curcumene, ar-turmerone, germacrone, xanthorrhizol, flavonoid, serta senyawa fenolik lainnya. Di antara senyawa tersebut, xanthorrhizol merupakan komponen khas temulawak yang berperan penting terhadap berbagai aktivitas farmakologinya (Oon et al. 2015).

Khasiat

C. zanthorrhiza memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, hepatoprotektif, antidiabetes, antihiperlipidemia, imunomodulator, dan antikanker. Dalam pengobatan tradisional Indonesia, temulawak banyak digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan, menjaga fungsi hati, mengatasi gangguan pencernaan, serta mempercepat pemulihan setelah sakit. Khasiat tersebut terutama berkaitan dengan kandungan xanthorrhizol dan kurkuminoid yang tinggi (Oon et al. 2015).

Cara Pengolahan

Rimpang temulawak dipanen setelah tanaman mencapai umur panen, kemudian dicuci bersih dan digunakan dalam keadaan segar maupun dikeringkan. Dalam pengobatan tradisional, rimpang diiris tipis lalu direbus sebagai minuman herbal atau diolah menjadi jamu. Selain itu, temulawak juga banyak diproses menjadi simplisia, serbuk instan, kapsul ekstrak, sirup, serta minyak asiri yang dimanfaatkan dalam industri farmasi, pangan, dan kosmetik (Devaraj et al. 2021).

Daftar Pustaka

Devaraj S, Ismail S, Ramanathan S, Yam MF. 2021. Curcuma zanthorrhiza Roxb.: A review on its biological activities, phytochemistry, and traditional uses. Journal of Ethnopharmacology. 270:113819. Oon SF, Nallappan M, Tee TT, Shohaimi S, Kassim NK, Sa'ariwijaya MSF, Cheah YH. 2015. Xanthorrhizol: A review of its pharmacological activities and anticancer properties. Cancer Cell International. 15:100.